Tahap pelaksanaan dan keanggotaan KUM dapat dijabarkan melalui langkah-langkah sebagai berikut :

     1.   Survey Lokasi

Tahapan pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan data mengenai daerah/lokasi yang akan dipilih. Petugas lapang datang terlebih dahulu untuk melihat, mengamati, dan meneliti daerah sasaran. Saat mengamati suatu daerah, akan terlihat kemiskinan yang tampak seperti keadaan rumah mayoritas penduduk daerah tersebut maupun mata pencaharian masyrakat. Sedangkan penelitian itu sendiri harus lebih mengacu pada potensi daerah secara keseluruhan seperti penduduk, perekonomian dan budaya yang ada didaerah tersebut sehingga menemukan bentuk kemiskinan yang sesuai dengan tujuan KUM.

     2.   Pertemuan Umum (PU)

Pertemuan umum dilaksanakan untuk memberikan informasi awal mengenai KUM. Dari pertemuan yang melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemerintahan, tokoh agama, dan calon anggota tersebut akan dapat diidentifikasi adanya ketertarikan calon anggota untuk bergabung dengan KUM. Diusahakan agar semaksimal mungkin masyarakat hadir dalam PU. Materi yang dijelaskan pada PU adalah tujuan umum, sasaran dan syarat-syarat keanggotaan bagi calon anggota KUM. Bagi masyarakat miskin yang berminat, akan didata dan kemudian dilakukan uji kelayakan dengan mendatangi rumah calon nasabah.

     3.   Uji Kelayakan (UK)

UK dilaksanakan untuk memperoleh data dasar calon anggota mengenai keadaan rumah, aset yang dimiliki, anggota rumah tangga yang masih menjadi tanggungan, pekerjaan, dan pendapatan calon anggota. Bagi anggota diharapkan telah memiliki pekerjaan/usaha kecil-kecilan yang telah dilakukan. Tapi hal ini tidak menutup kemungkinan usaha calon anggota baru akan dilakukan setelah mendapatkan pinjaman. UK dilaksanakan melalui wawancara petugas KUM dengan calon anggota. Bagi calon anggota yang memberikan keterangan tidak benar, maka secara langsung tidak akan memperoleh pinjaman KUM.

     4.  Latihan Wajib Kumpulan (LWK)

LWK menjelaskan tentang program KUM secara terperinci kepada calon peminjam/anggota kumpulan mengenai cara pengajuan dan pengembalian pembiayaan KUM serta bimbingan untuk memupuk disiplin dan tanggung jawab calon anggota. LWK dilakukan selama lima hari (sehari satu jam) berturut-turut pada tempat dan waktu yang telah ditentukan bersama oleh kumpulan dan petugas. Selama lima hari calon anggota akan diberikan gambaran mengenai persyaratan dan tata cara pembiayaan KUM, pemilihan ketua dan sekretaris kumpulan, penentuan dua anggota yang akan memperoleh pembiayaan terlebih dahulu (sistem 2-2-1), menentukan nama kumpulan, serta menghafal ikrar anggota KUM. Jika terdapat anggota yang tidak mengikuti LWK satu hari saja, akan dianggap mengundurkan diri. Penyaluran pembiayaan KUM dengan sistem 2-2-1 :

     5. Ujian Pengesahan Kumpulan (UPK)

Bertujuan untuk mengetahui kepahaman calon anggota mengenai hak dan kewajiban, proses pembiayaan dan tabungan, fungsi kelompok dan kumpulan yang telah dijelaskan sebelumnya pada LWK. UPK dilaksanakan pada hari kelima dalam LWK. Calon anggota yang telah lulus UPK akan menjadi anggota KUM dan akan memperoleh pembiayaan melalui sistem 2-2-1. Awalnya anggota KUM terdiri dari laki-laki dan perempuan. Semakin dominannya jumlah anggota perempuan dikarenakan beberapa alasan, diantaranya wanita lebih bisa memanfaatkan pembiayaan dan merupakan nasabah yang baik karena memiliki tunggakan pembiayaan yang sangat kecil.

      6. Rembug Pusat (RP)

RP adalah federasi dari beberapa kumpulan (dua sampai enam kumpulan). Penyerahan uang pembiayaan kepada masing-masing peminjam dilakukan dalam RP dan disaksikan oleh semua anggota RP. RP mengadakan rapat sekali setiap minggu pada tempat dan waktu yang telah ditentukan oleh anggota dengan petugas KUM. Anggota dalam RP akan memilih ketua dan sekretaris kumpulan yang berhak menjadi ketua dan wakil ketua RP. Pemilihan tersebut dilakukan setiap tahun. Semua kegiatan KUM dilaksanakan pada rapat RP, yaitu pengajuan dan penyerahan pembiayaan, pembayaran angsuran, dan menabung.