Mandiri I merupakan salah satu bentuk kegiatan pemberdayaan bagi masyarakat yang memiliki potensi untuk lebih berkembang. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pendampingan pembiayaan  ini menggunakan sistem kelompok pada satu wilayah yang beranggotakan minimal 10 anggota binaan atau setara 2 kelompok yang pada akhirnya dijadikan 1 Rembug Pusat dikhususkan bagi kaum wanita yang  memiliki usaha sendiri dan atau dengan suaminya yang berpotensi untuk mengembangkan perekonomian keluarganya tanpa menyertakan agunan atau jaminan untuk usahanya,  adapun dalam proses terbentuknya 1 Rembug Pusat tersebut calon anggota binaan diharuskan mengikuti beberapa tahapan yang didalamnya terkandung filosofi untuk bisa bekerja sama, amanah, saling mengerti, dan berorganisasi, di antaranya :

  1. Pertemuan Umum (PU)
  2. Uji Kelayakan (UK)
  3. Latihan Wajib Kumpulan (LWK)
  4. Ujian Pengesahan Kumpulan (UPK),dan
  5. Pertemuan Mingguan (Minggon)

Pembiayaan yang diperoleh bagi setiap anggota binaan pertama mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Pada tahun 1989 besarnya pinjaman pertama maksimal Rp 30.000,- per anggota, ini meningkat menjadi Rp 100.000,- per anggota pada akhir tahun 1999  selanjutnya menjadi Rp 200.000,- pada tahun 2000, dan  menjadi Rp. 300.000,- pada tahun 2005. Mulai tahun 2009 plafon pinjaman pertama dinaikkan menjadi Rp. 500.000,- pada bulan Mei 2012 menjadi Rp. 700.000,- sampai dengan Rp. 1.500.000,-. dan per agustus 2016 menjadi sebesar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah), dan akan mendapatkan penyesuaian pada pembiayaan selanjutnya, di tinjau dari perkembangan usaha dan kegiatan Rembug Pusat itu belangsung. Pertemuan di lakukan satu minggu sekali, dengan jangka waktu 50 Mingu (12 bulan) atau 25 Minggu (6 bulan) pada satu kali periode pembiayaan. Untuk anggota binaan Mandiri I yang sudah Overlimit dapat bermutasi pada produk pembiayaan Mandiri II dengan ketentuan dan syarat yang berlaku.